Serah Terima Bantuan PMT Ibu Hamil dan PMT Penyuluhan dan Kelas Ibu Hamil Desa Pejaten

Kegiatan Kelas Ibu Hamil
Kegiatan Kelas Ibu Hamil

BONDOWOSO – Desa Pejaten, Kecamatan Bondowoso memiliki Dana Desa Tahun Anggaran 2017 yang digunakan sebagai bantuan PMT Ibu Hamil dan PMT Penyuluhan. Bentuk bantuan tersebut berupa susu penunjang kehamilan dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Pada hari Kamis (20/07/2017) diadakan acara Serah Terima Bantuan PMT Ibu Hamil dan PMT Penyuluhan Desa Pejaten. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Pejaten, Pengurus PKK, Mahasiwa KKN dari Universitas Jember, Ibu Hamil beserta suaminya yang ada di Desa Pejaten. Sebelum acara dimulai, Ibu Hamil yang telah hadir diberikan kuisioner yang digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Ibu tentang kehamilannya. Kemudian, acara dibuka dengan Sambutan Kepala Desa Pejaten dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis.

 

Dinas Kesehatan yang kali ini diwakilkan oleh Puskesmas Kademangan dan Puskesmas Pembantu Pejaten mengadakan Kelas Ibu Hamil. Acara ini diawali dengan Pemeriksaan HIV kepada Ibu Hamil dengan syarat menyerahkan fotokopi KTP dan KK. Pada awalnya, Ibu Hamil tidak mau melakakukannya dan pihak Puskesmas memberikan penjelasan bahwa pemeriksaan ini bukan untuk menuduh tetapi mendeteksi dini agar dapat meyelamatkan Ibu Hamil dan bayinya. Setelah selesai melakukan pemeriksaan tersebut, dilakukan Senam Ibu Hamil yang sesuai dengan instruksi di video. Banyak dari Ibu Hamil yang merasa senang dan antusias untuk mengikuti senam dengan baik. Kemudian dilakukan pembahasan dari kuisioner yang telah diisi sebelum acara dimulai. Acara terakhir yaitu tanya jawab, Pemateri memberikan pertanyaan tentang kehamilan kemudia Ibu Hamil menjawab pertanyaan dengan antusias karena ada hadiah untuk yang bisa menjawab dengan benar. Acara diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir.

Menteri Desa Hadiri Sarasehan Desa di Unej Sekaligus meresmikan program SAID di Bondowoso

WhatsApp Image 2017-07-10 at 07.31.46
JEMBER – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dipastikan hadir dalam acara Sarasehan di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej) hari ini (10/7). Menteri Desa Eko Putro pemateri utama dalam sarasehan dengan tema Membangun Sinergitas Perguruan Tinggi dalam Mendukung Kemandirian Desa tersebut.
Menteri Desa Eko Putro juga akan meresmikan program Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) Bondowoso yang dikembangkan Unej. Pagi pukul 09.00 Menteri Desa Eko Putro dijadwalkan mengisi Sarasehan Desa. Launching SAID dan pemberian penghargaan desa juara di Jember sebelum arahan Menteri Desa pada Sarasehan Desa di Unej. Satu hari berikutnya, 11 Juli 2017 aman melepas 2.200 mahasiswa KKN Unej gelombang II Periode 2017/2018.

WhatsApp Image 2017-07-10 at 14.34.11
Kabag Humas dan Protokol Unej Drs Agung Purwanto MSi menyatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo telah dikonfirmasi kehadirannya di Jember. “Sampai konformasi kami terkahir, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo hadir di Jember,” kata Agung Purwanto.
Unej telah mengembangkan program SAID sebagai cyber village di Bondowoso. “Ini bagian dari membangun negeri,” imbuh Dosen Fisip Unej tersebut. Unej melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) telah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mewujudkan SAID. Jika sebelumnya hanya ada 10 desa yang sudah menerapkan SAID, rencananya jumlah ini bakal bertambah.
Sehingga Unej telah meng-upload data SAID untuk 219 desa atau seluruh desa di Bondowoso namun yg siap beroperasi 82 desa. 137 desa lainnya menunggu tersedianya jaringan internet. Jadi ini masalah non teknis yg datang dari pihak operator penyedia jasaSelain dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, pemateri dalam sarasehan yang bakal hadir adalah perwakilan Pemrpov Jawa Timur, Kedubes Australia, dan tuan rumah Universitas Jember.
Menurut Rektor Unej Moh Hasan menegaskan Universitas Jember memiliki komitmen membantu Pemkab Bondowoso mewujudkan SAID. Itu tidak lepas dari keberhasilan Program UMD di sepuluh desa di Kecamatan Wringin dan Cermee sejak tahun lalu hingga sekarang. Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik UMD.
Dalam praktiknya, Unej menerjunkan sepuluh mahasiswa di setiap desa dengan motor penggerak para mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi informasi. Misalnya, dari Program Studi Sistem Informasi. Para mahasiswa inilah yang menggali dan mengumpulkan data hingga memunculkan potensi desa. Mereka juga melatih perangkat dan warga desa agar mampu menerapkan SAID. Rektor UNEJ menjelaskan, “Alhamdulillah, program UMD yang dilaksanakan oleh Universitas Jember di sepuluh desa dinilai berhasil”.
Untuk diketahui, program UMD Universitas Jember mendapatkan sokongan dana dari pemerintah Australia melalui Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak). Kompak merupakan organisasi kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia dalam mendukung program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar seperti kesehatan, dan pendidikan. Kompak juga mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa dan pengembangan potensi ekonomi kreatif desa.
Keberhasilan Universitas Jember mengelola Program UMD, antara lain, tampak dari mulai munculnya inisiatif beberapa desa untuk menggali potensi desanya masing-masing, selain tentunya meningkatkan mutu layanan pemerintah desa. “Salah satu contohnya Desa Glingseran di Kecamatan Wringin yang kini berstatus desa wisata dengan destinasi wisata unggulan berupa mata air Dewi Rengganis. Keberhasilan tersebut bermula dari penerapan SAID, yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi desa,” ungkap Hasan.
Bahkan, menurut dia, tiga perguruan tinggi yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung telah belajar mengenai pelaksanaan Program UMD Universitas Jember pada bulan Mei lalu.
Untuk mencapai target penerapan SAID di Bondowoso, Universitas Jember akan menerjunkan 520 mahasiswa yang bakal menjalani program KKN Tematik UMD di Bondowoso. Para mahasiswa tersebut adalah sebagian dari 2.200 mahasiswa Universitas Jember yang mengikuti program KKN.
Anwar, Asisten I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember menambahkan pelatihan itu merupakan kelanjutan dari keberhasilan pelaksanaan SAID di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Wringin dan Cermee.
“Kami sudah membina SAID di sepuluh desa melibatkan mahasiswa KKN. Pemkab Bondowoso ingin mengaplikasikannya pada seluruh desa,” jelasnya. Sebab, beberapa desa yang sudah menerapkan SIAD sudah memunculkan potensinya, seperti wanawisata Rengganis di Desa Glingseran Kecamatan Wringin.
Sementara itu, menurut pejabat Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono, Pemkab Bondowoso dalam waktu dekat bakal mengirimkan para kepala desa dan operator SAID untuk belajar di kampus Tegalboto. “Harapannya, secara bertahap seluruh desa di Bondowoso bakal menerapkan program SAID,” katanya, yang hadir didampingi kepala Bappeda Bondowoso. (kl/aro)

Sumber : Humas UNEJ dan Jawa Pos (10/07/2017)

Universitas Jember Gembleng 71 Kepala Desa Bondowoso

Hermanto pelatihan

JEMBER – Universitas Jember melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) memberikan pelatihan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) bagi 71 desa di Bondowoso. Pelatihan ini diikuti langsung oleh para kepala desa, dan calon operator SAID yang juga bakal bertugas mengelola infomasi dan dokumentasi di desanya masing-masing, Jumat (7/7/2017). Menurut Hermanto Rahman, Direktur Program UMD Universitas Jember, pelatihan tahap pertama ini diisi dengan memberikan ketrampilan membuat, mengelola dan mengisi website desa. Yang dilanjutkan dengan pembuatan SAID dengan didampingi oleh mahasiswa yang bakal melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bondowoso. Menurut Anwar, Asisten I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember, pelatihan bagi 71 desa ini adalah dampak dari keberhasilan pelaksanaan SAID di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Wringin dan Cermee. “Kami sudah membina SAID di sepuluh desa melalui Program UMD 2016-2017 yang dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa peserta KKN. Alhamdulillah berhasil, dan kini pemkab Bondowoso ingin mereplikasikan di desa yang lain, harapannya seluruh desa di Bondowoso bakal menerapkan SAID,” jelas Anwar. Keberhasilan ini antara lain tampak dengan mulai munculnya inisiatif desa untuk menggarap potensinya masing-masing. Misalnya Desa Glingseran di kecamatan Wringin yang kini terkenal sebagai desa wisata dengan unggulannya berupa mata air Dewi Rengganis. Hermanto Rahman menjelaskan, pelatihan hari ini menargetkan setiap desa bakal memiliki website sebagai wahana desa untuk menyebarluaskan kiprahnya, termasuk potensi dan tantangannya. Serta SAID yang berisi data kependudukan dan data desa lainnya. “Dengan adanya data kependudukan yang selalu up to date, maka pelayanan desa lebih cepat dan efisien. Misalnya berapa jumlah ibu hamil, berapa anak usia balita atau siapa saja penerima Raskin. Jika tahap pertama berhasil, dapat dilanjutkan dengan menggali dan memasarkan potensi desa masing-masing,” kata dosen FISIP ini. Komitmen Universitas Jember membantu Bondowoso juga ditunjukkan dengan mengerahkan 1000-an mahasiswa guna melaksanakan program KKN di Bondowoso. Separuh dari jumlah tersebut bakal menjalankan KKN Tematik UMD yang bakal mendampingi tiap desa dalam mengembangkan SAID. Keberhasilan Universitas Jember melaksanakan program UMD di Bondowoso mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. “Rencananya Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa dan PDTT, bakal menjadi pemateri utama dalam sarasehan terkait desa mandiri, sekaligus melepas para mahasiswa peserta KKN pada tanggal 10 dan 11 Juli nanti. Akan turut hadir pula perwakilan pemerintah Australia melalui KOMPAK sebagai penyandang dana,” tambah Anwar. Sehari sebelumnya, Amin Said Husni, Bupati Bondowoso menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara kota yang dipimpinnya dengan Kampus Tegalboto. Dukungan ini disampaikan saat menerima Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember di pendopo Kabupaten Bondowoso (6/7). Dalam kesempatan ini Amin Said Husni berjanji memberikan dukungan penuh antara lain dengan mengalokasikan dana dari APBD untuk pengembangan SAID. Dukungan juga ditunjukkan kepada program-program lain yang dikembangkan dengan Kampus Tegalboto, antara lain pengembangan kampus 2 Universitas Jember di Bondowoso. “Untuk pengembangan Kampus 2 Universitas Jember, kami sudah menyediakan lahan untuk perluasan kampus. Kami merencanakan dalam RT/RW Bondowoso nanti, lokasi disekitar Kampus 2 Universitas Jember bakal ditetapkan sebagai areal pendidikan,” tutur Said Amin Husni. Menanggapi keseriusan Bupati Bondowoso dan jajarannya, Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember berjanji bakal mengerahkan segenap potensi yang ada di Kampus Tegalboto untuk membantu Bondowoso. “Kami melihat Bupati dan jajarannya memiliki komitmen tinggi terhadap kerjasama yang sudah dijalin. Oleh karena itu kami tidak ragu bekerjasama dengan Pemkab Bondowoso. Semoga dapat makin berkembang dan diikuti oleh daerah lain,” sambut Moch. Hasan. Salah satu program yang akan dikembangkan Universitas Jember bersama Pemkab Bondowoso dalam waktu dekat antara lain penyelenggaraan Jember International Coffee Conference (JICC) yang akan diadakan bulan November nanti.

Sumber : http://www.kabarjatim.com/2017/07/universitas-jember-gembleng-71-kepala.html?m=1

Pembangunan Tempat Penampungan Sampah Sementara

P_20170619_095030_p[1]

Pembangunan Tempat Penampungan Sampah Sementara di Desa Pejaten Kecamatan Bondowoso.

Sebagai satu-satunya sarana yang dibutuhkan masyarakat, tempat pembuangan sampah sementara ini dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat, sehubungan masih banyaknya sampah rumah tangga dan industri yang dibuang di daerah bantaran sungai yang ada di Desa Pejaten. Diharapkan dengan dibangunnya TPS yang berlokasi di Jl.Kopral Moerin RT.13 / RW.03 ini masyarakat tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat demi terciptanya lingkungan bersih dan sehat. Adapun kontribusi masyarakat dalam pembangunan TPS ini sangatlah diperlukan untuk menjaga dan merawat keberlangsungan manfaatnya secara terus menerus. TPS tersebut dibangun dari Dana Desa Tahun 2017 diatas tanah yang merupakan Hibah dari masyarakat Perumahan Taman Mutiara Desa Pejaten Kecamatan Bondowoso.